Gen Z dan Financial Technology

Semakin teknologi berkembang, semakin mudah juga akses manusia terhadap segala sesuatu. Salah satu akses yang mudah dan banyak penggunanya adalah financial technology (fintech). Fintech memberikan kemudahan sekaligus menjadi tantangan bagi pemakainya. Generasi di Indonesia yang banyak memakai fintech adalah gen Z. 

Akses yang mudah menjadikan gen z memakai bank digital dengan beberapa layanan menarik. Misalnya, adanya layanan e-commerce dan invetasi. Selain itu, bank digital menjadi simpanan mereka untuk melakukan kegiatan hiburan, seperti membeli tiket konser, liburan, dan membeli pakaian.

Dalam fintech, ada pula layanan buy now pay later (BNPL). Sekitar 67% anak muda memanfaatkan layanan ini agar mendapatkan promosi khusus dan adanya keterbatasan dan pada keuangan mereka. Menilik berbagai macam alasan mengapa gen z menggunakan fintech, maka ada beberapa hal yang perlu menjadi titik perhatian mengenai fintech.

Fintech adalah Pedang Bermata Dua

Ada dua hal yang perlu menjadi titik perhatian anak muda terhadap fintech. Ibaratnya, finctech menjadi pedang bermata dua bagi penggunanya. Satu sisi, ia mendatangkan kemudahan. Pada sisi lain, ia bisa menjadi musuh bagi penggunanya.

Pertama, sisi baik fintech. Hal baik yang ada pada fintech adalah adanya kemudahan dan aksebilitas. Penggunanya bisa dengan mudah menyederhanakan berbagai macam keuangan, seperti jajan, kebutuhan rutin, hingga investasi. Kemudian, kemudahan ini berdampak pada adanya litersi keuangan yang meningkat bagi anak muda.  Fitur-fitur yang ada pada aplikasi fintech membantu gen z mampu membagi keuangan mereka. Kemampuan mereka dalam memahami konsep keuangan yang kompleks menjadi lebih meningkat.

Fitur edukasi membuat gen z berpikir bahwa menyusun solusi keuangan itu menjadi fleksibel dan mampu disesuaikan dengan gaya hidup mereka. Hal ini menjadi bukti bagi anak muda bahwa fintech mampu menjadi pendamping mereka dalam mengatur keuangan.

Kedua, sisi tantangan dari adanya fintech. Banyaknya aplikasi fintech dengan sistem yang berbeda-beda, memudahkan para penipu untuk menemukan modus-modus tertentu. Tidak jarang, target dari para penipu adalah pengguna fintech. Sedangkan, gen z yang paham dengan resiko penipuan ini pun mungkin sudah puas dan bergantung pada suatu fintech. Dalam hal ini, juga tetap penting bagi gen z untuk paham bagaimana mengelola keuangan secara konvensional.

Tidak dapat dihindari, fintech memancing anak muda mengikuti tren dan mereka menunjukkan perilaku konsumtif dalam beberapa waktu. Akses kredit yang cepat dan adanya promo-promo menarik menggugah semangat mereka dalam berbelanja dari waktu ke waktu.

Lalu, Bagaimana Menyeimbangkan antara Manfaat dan Resiko?

Pertama-tama, perlu bagi gen z untuk memilah mana aplikasi yang mendukung solusi keuangan mereka. Kedua, menjadi tugas bagi pemerintah dan lembaga keuangan untuk terus melakukan edukasi terhadap literasi keuangan. Ketiga, perlu adanya regulasi yang baik dan terus diawasi apakah regulasi yang sudah ada ini mampu melindungi konsumen dengan baik.

Sebetulnya, fintech mampu menjadi segudang peluang yang berbasis jangka panjang bagi gen z. Misalnya, ketika fintech dapat membantu mereka merencanakan masa depan finansial. Maka, tentu saja perlu memperhatikan beberapa hal mengenai fitur inovatif apa saja yang bisa digunakan.

  1. Adanya akses ke berbagai aset, seperti reksa dana, obligasi, dan saham yang bisa disesuaikan dengan profil resiko dan tujuan keuangan individu.
  2. Terdapat konten edukasi yang dapat menambah pengetahuan gen z berkaitan dengan keuangan. Biasanya, fintech menyediakan beberapa artikel, video, dan kalkulator keuangan agar dapat dipelajari.
  3. Menggunakan fintech yang telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Konsep Keuangan Islam dalam Fintech

Sebagai anak muda, penting juga untuk mengetahui apakah ada korelasi antara fintech dengan konsep keuangan dalam Islam. Islam sesuai dengan konteks zaman, mengajarkan agar melakukan segala sesuatu dengan mementingkan aspek efisiensi. Integrasi antara fintech dengan keuangan Islam menjadi langkah positif dalam perkembangan sektor keuangan syariah yang sesuai dengan nila-nilai Islam.Akses yang luas dan mudah, memberikan jalan bagi generasi muda untuk memilih produk dan layanan keuangan syariah. Tentu saja, layanan keuangan syariah juga akan mengusahakan agar bagaimana fintech mampu membantu konsumen dalam berbagai transkasi dan transparansi. Biasanya, konsep layanan keuangan ini juga akan mengutamakan prinsip-prinsip syariah, seperti tanpa riba, gharar (ketidakpastian), serta maisir (perjudian).

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *